MUNAJAT JIWA
By:HIDAYATUN MAHMUDAH
Published on by SEMESTA AKSARA
Halo sobat gimana kabar sahabat ayo kita baca buku berkualitas ini semoga bisa menghibur dengan membaca ebook wawasan kita semakin bertambah dan juga mendapatkan ilmu baru.untuk link nya dan sinopsis atau deskripsi buku ada di bawah ya untuk cara baca bisa di lihat di bagian preview ya, masih banyak buku2 berkualitas lainnya di blog ini nantikan di postingan lain nya terimakasih
Kata Pengantar MEMBANGUN ARS POETICA Oleh: Much. Khoiri* Pada mulanya istilah 'Ars Poetica' digunakan dalam dunia menulis kreatif. Itu judul puisi Horace (19 SM), terdiri atas 476 baris, yang menasihati para penyair tentang seni menulis puisi dan drama. Ia berpengaruh besar dalam sastra Eropah, terutama drama Prancis. Horace mendekati puisi sebagai karya seni (praktisnya), bukan pendekatan teoretis seperti Aristotle, Plato, dan Socrates. Tak dimungkiri, setiap penulis—sengaja atau tidak sengaja—membangun ars poetica-nya sendiri sepanjang proses kreatifnya. Begitu pula Hidayatun Mahmudah, penulis kumpulan puisi ini. Pada hakikatnya dia juga sedang dan telah membangun ars poetica-nya sendiri, yang membedakannya dengan penulis lain. Bagaimanapun, keunikan ars poetica memiliki nilai khusus di mata orang lain. Dalam kumpulan ini, penulis pada hakikatnya sedang berkomunikasi—tentang perasaan, kegalauan, dan berbagai emosi lain yang mengaduk dirinya—kepada manusia, alam, dan Tuhan. Dalam puisi “Lepas, Terbanglah Merpatiku”, misalnya, penulis tampak sedang mengkomunikasikan sesuatu kepada seseorang, sebagaimana tampak dalam kutipan bait terakhir ini: ....... bebaskan saja aku hingga sayapmu tak lagi berat mengepak karena kakimu tak lagi mencengkeram hatiku yang nyata tak pernah ada dalam hidupmu kuikhlaskan semua biarkan hatiku tetap bersama CintaNya yang tak pernah meninggalkanku. Yang paling kentara adalah bagaimana penulis berkomunikasi dengan Tuhan. Pada kutipan di atas pun, penulis menautkan speaker (penyampai pesan) kepada Tuhan yang (diyakini) tak pernah meninggalkannya. Ada sebuah kesadaran mendalam (di balik ketidaksadaran) yang senantiasa ingin menghadirkan Tuhan di dalam hidupnya. Kesadaran menghadirkan Tuhan sudah menampak sejak puisi kedua “Beliung”: Rinai hujan-Mu, suburkan seluruh penduduk bumi/pohon-pohon menjulang tinggi/menari kadang angin yang memainkannya/adalah takdir-Mu. Indikasi ini pun terpantul dari puisi-puisi lain. Kesadaran inilah yang membawa penulis menyertakan Tuhan di dalam sebagian besar puisinya. Semacam pantulan religiositas penulis dalam puisi yang dapat ditangkap oleh pembaca. *Much. Khoiri adalah dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan penulis buku. Buku ke-30 berjudul “Write or Die: Jangan Mati sebelum Menulis Buku” (Pagan Press, Des 2017).
This Book was ranked at 11 by Google Books for keyword novel cinta.
Book ID of MUNAJAT JIWA's Books is 5XpXDwAAQBAJ, Book which was written byHIDAYATUN MAHMUDAHhave ETAG "aZpIWi6lDoo"
Book which was published by SEMESTA AKSARA since have ISBNs, ISBN 13 Code is 9786025124624 and ISBN 10 Code is 6025124620
Reading Mode in Text Status is false and Reading Mode in Image Status is true
Book which have "70 Pages" is Printed at BOOK under Category
This Book was rated by Raters and have average rate at ""
This eBook Maturity (Adult Book) status is NOT_MATURE
Book was written in id
eBook Version Availability Status at PDF is true and in ePub is false